Tokoh Sastra Arab Masa Abassiyyah

 November 30, 2021

1. Ibnu Sina (370 H   428 H / 980 M   1037 M)

Abu Ali Al-Husaini bin Abdullah bin Sina (Ibnu Sina) adalah seorang ahli kedokteran Muslim. Ia dilahirkan di Bukhara 370 H/980 M. Beliaau dibesarkan di lembah Sungah Daljah danFurat, tepi selatan Laut Kaspia, kawasan Bukhara. Di sana ia banyak belajar ilmu pengetahuandan ilmu agama. Ia mendalami filsafat, biologi dan kedokteran. Pada usia 17 tahun, ia telahemmahami seluruh teori kedokteran melebihi sipa pun. Ibnu sina diangkat menjadi penasihat paradokter yang praktik pada masa itu. Ia dikenal sebagai Bapak Kedokteran Dunia. Bukunya yangterkenal adalah Qanun fi Al-Thibb (Dasar-Dasar Ilmu Kedokteran). Ia juga menulis buku berjudul Asy-Syifa' dan An-Najat.

2. Al-Farabi (870 M   950 M)

Abu Nasr Muhammad bin Muhammad bin Tarkhan bin Uzlagh al-Farabi dilahirkan diFarab dan meninggal di Aleppo. Ia menguasai 70 bahasa, sehingga iamenguasaibanyakilmu pengetahuan, yang paling menonjol adalah ilmu mantik. Kemahirannya dalam ilmu mantik melebihi Aristoteles. Ia kemudian dikenal sebagai guru kedua dalam ilmu filsafat. Al-Farabi memasukkan ilmu logika dalam kebudayaan Arab. Dalam bidang filsafat, AlFarabi lebih menitik beratkan pada persoalan kemanusiaan, seperti akhlak, kehidupan intelektual, politik danseni. Ia termasuk ke dalam filsuf kemanusiaan dan berpendapat bahwa antara filsafat dan agamatidak bertentangan.

3. Ibnu Rusyd

Abdul Walid Muhammad bin Ahmad bin Rusyd (w. 595 H / 1198 M) lahir di Kordoba,Spanyol. Ia dibesarkan dalam keluarga yang tegun menegakkan agama dan berpengetahuan luas. Neneknya seorang ahli fikih dan tokoh politik yang berpengaruh serta hakim agung di Andalusia.Ibnu Rusyd belajar matematika, astronomi, filsafat, dan kedokteran kepada Ibnu Basykawal, Ibnumasarroh dan Abu Ja'far Harun. Beliau dikenal orang barat dengan nama Averroes,lewatkaryanya yaitu AlKulliyat yang telah diterjemahkan dalam berbagai bahasa. Pemikiran- pemikiran Ibnu Rusyd sangat berpengaruh di negara-negara Eropa, dan banyak dikaji di tingkat universitas. Ia adalah seorang tokoh muslim yang ahli dalam bidang filsafat dan kedokteran.

4. Al-Khawarizmi ( 780 M  850 M)

Nama lengkapnya adalah Abu Ja'far Muhammad bin Musa Al-Khawarizmi. Ia termasuktokoh dalam bidang matematika. Dia dikenal sebagai bapak Aljabar. Di barat, dikenal dengan sebutan Algoarismi/Algorism, yaitu aritmatika atau ilmu hitung desimal dengan menggunakan angka arab. Istilah algoritma disandarkan pada namanya tersebut. Ia juga ahli dalam bidang astronomi dan geografi. Karyanya dalam bidang astronomi adalah Zij As-Sindhind, dan dalam bidang geografi, Al-Khawarizmi menuulis buku Surah Al-Ardh (bentuk bumi). Para tokohilmuwan Muslim setelah Al-Khawarizmi adalah Al-Khazim, Giyatuddin Jamsid al-Kasyi, AbuWafa Al-Bayazani dan Umar Khayam.

5. Al-Ghazali

Al-Ghazali adalah seorang tokoh ahli tasawuf. Dia termasuk tokoh alrian tasawufsunni, bersama Abu Qasim AlQusairi. Perkembangan ilmu tasawuf ditandai degnan peralihan dari tasawuf ke zuhud. Perkembangan selanjutnya adalah tasawufakhlakidanfalsafi.Tasawuffalsafi berdasarkan pada AL_Qur'an dan Hadis. Tasawuf ini dinamakan tasawuf sunni. Al-Ghazalisebagai tokoh tasawuf, banyak mengkritik ahli filsafat, seperti yang tertuang dalam karyanya Tahafutul Falasifah maupun Tahafut al-Tahafut. Di antara karyanya yang terkenal adalah Ihya'Ulumuddin (Menghidupkan kembali ilmu-Ilmu agama), maupun 'Ajaibul Qalbi (keajaiban-keajaiban hati).

6. Ibnu Khaldun

Ibnu Khaldun disebtu sebagai bapak sosiologi islam. Lahir di Tunisia pada 732 H/1332M dan meninggal pada 808 H/1406 M. Nama lengkapnya adalah Waliuddin Abddurrahman binMuhammad bin Muhammad bin Abi Bakar Muhammad bin Al Hasan. Karyanya yang terkenaladalah Muqaddimah. Kitab ini berisi pembahasan tentang masalah sosial manusia. Kitab inimembuka jalan menuju pembahasan ilmu-ilmu sosial. Dia dipandang sebagai peletak dasar ilmusosial dan politik Islam.

7. Al  Kindi

Al Kindi adalah filsuf besar pertama Islam. Al-Kindi lahir di Kufah dan nama lengkapnya adalah Abu Yusuf Yaqub bin Ishak bin Sabah bin Imran bin Ismail bin Muhammad bin al-Asyas bin Qais al-Kindi. Nama al-Kindi berasal dari nama salah satu suku Arab yang besarsebelum Islam, yaitu suku Kindah. Al-Kindi dikenal sebagai filsuf muslim yang pertama karenaia adalah orang Islam pertama yang mendalami ilmu-ilmu filsafat. Al-Kind menyimpulkan karya-karya filsafat Helenisme. 

Ia juga dikenal sebagai pemikir muslim pertama yang menyelaraskanfilsafat dan agama. Karya-karya al-Kindi berjumlah kurang lebih 270 buah. Salah satu karya AlKindi di bidang filsafat adalah Risalah fi Madkhal al Mantiq bi Istifa al Qawl fih yang berisitentang sebuah pengatar logika. Dari karya-karyanya itu dapat diketahui bahwa al-Kindi adalahorang yang memiliki ilmu pengetahuan yang luas dan mendalam.

8. Ibnu Maskawaih

Ibnu Maskawaih lahir pada tahun 941 M dan meninggal pada tahun 1030 M. Nama lengkapnya adalah Abu Ali Ahmad bin Muhammad bin Yakub bin Maskawaih terkenal sebagai ahli sejarah dan filsafat. Selain itu, ia juga seorang moralis, penyair, serta ahli ilmu kimia.Beberapa karya tulisnya yang sampai kini masih ada, antara lain Al-Fauz al-Akbar, Al-Fauz al-Asgar, Tajarib al-Umam, Uns al-Farid, Tartib as-Saadah, As-Siyas, Jawidan Khirad, dan Tahzibal-Akhlaq. Pemikiran filosofis Ibnu Maskawaih yang ditunjukkan pada etika dan moral dimuatdalam tiga bukunyaq, yaitu Tartib as-Saadah, Tahzib al-Akhlaq, dan Jawidan Khirad

9. Ibnu Jarir Al-Thabary

Nama lengkapnya Abu Jafar Muhammad Bin Jarir bin Yazid bin Katsir bin Ghalib al-Thabary. Beliau dilahirkan di Thabaristan pada tahun 224 H. Diusia yang masih sangat belia, beliau keluar dari negeri kelahirannaya menuju beberapa wilayah yang menurutnya cocok untukmenimba ilmu. Diantara negara yang pernah dijelajahinya dalam pengembaraannya menunututilmu adalah; Mesir, Syam, Irak. Kemudian menghabiskan sisa usianya di Baghdad. Bapaksejarawan ini wafat di Baghdad pada tahun 310 H atau genap usianya 76 tahun. Diantara ilmuyang dikuasai beliau adalah ilmu qiraat, tafsir, hadits, sejarah dan lain sebagainya. Adapun karya tulisnya yang terkenal adalah kitab tafsir, kitab al-qiraat, al-adadu wa al-tandzil, kitab ikhtilafual-ulama, tarikh al-umamu wa al-muluk, tarikh al-rijaal mina al-shahabah wa al-tabiin, kitabuahkam syaraaii al-islam, kitab ushuluddin.

10. Imam Bukhori

Nama lengkapnya Abu Abdullah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin al-Mughirah binBardizbah al-Jufi al-Bukhari. Lahir pada tanggal 13 Syawal 194 H (21 Juli 810 M)- Wafat pada tanggal 31 Agustus 870 M (256 H) pada malam Idul Fitri dalam usia 62 tahun kurang 13 hari.Karya Imam Bukhari antara lain; Al-Jami ash-Shahih yang dikenal sebagai Shahih Bukhori, Al-Adab al-Mufrad, Adh-Dhuafa ash-Shaghir, At-Tarikh ash-Shaghir, At-Tarikh al-Kabir, At-Tarikh al-Ausath, At-Tafsir al-Kabir, Al-Musnad al-Kabir, dan masih banyak lagi.

11. Abu Hasan Al-Asyary

 Nama lengkapnya Abul al-Hasan Ali bin Ismail al-Asyari. Al-Asyari lahir tahun 260 H/873 M dan wafat pada tahun 324 H/935 M Al-Asyari lahir di Basra, namunsebagian besar hidupnya diBaghdad. Ia meninggalkan karangan-karangan, kurang lebih berjumlah 90 buah dalam berbagai lapangan. Kitabnya yang terkenal ada tiga : 1. Maqalat al-Islamiyyin, 2. Al-Ibanah an Ushulid Diniyah , 3. Al-Luma.

12. Washil bin Atho

  Washil bin Atha, lahir pada tahun 80 H, di Madinah, belajar pada Imam Hasan al-Bashri di Bashrah, kemudian memisahkan diri dalam kasus hukum bagi pelaku dosa besar.Meninggal pada tahun 131 H. Ajaran-ajarannya antara lain; Pelaku dosa besar berada di manzilah bain manzilatain (posisi antara dua posisi yang ada), Paham Kadariyah yang diajarkan oleh Mabad dan Ghailan. Paham ini mengajarkan bahwa manusialah yang menciptakan segala perbuatannya, baik maupun buruk dan Allah bersifat adil, tidak mungkin berbuat jahat dan bersifat zalim, dan Peniadan sifatsifat Allah dalam arti bahwa apa yang disebut sifat Allahsebenarnya Esensi Allah itu sendiri.

13. Al-Qusairy

Al Qusyairy mengatakan, bahwa ia lahir di Astawa pada bulan Rablul Awal tahun 376 H atau tahun 986 M. Syuja al Hadzaly menandaskan, beliau wafat di Naisabur, pada pagi hari Ahad, tanggal 16 Rablul Akhir 465 H./l 073 M. Ketika itu usianya 87 tahun.Ia dimakamkan disamping makam gurunya, Syeikh Abu Ali ad-Daqqaq ra, dan tak seorang pun berani memasukikamar pustaka pribadinya dalam waktu beberapa tahun, sebagai penghormatan atas dirinya.Beliau alim dalam ilmu-ilmu fikih, tafsir, hadits, ushul, adab, terutama tasawuf. Kitab beliau yangterkenal mengenai tasawuf adalah Ar-Risalahul Qusyairiyah.

14. Abu Zakaria Al-Farra

Nama lengkapnya adalah Abu Zakaria Yahya bin Ziyad bin Abdullah bin Manshur ad-Dailami. Al-Farra lahir di Kufah pada tahun 144 H pada masa pemerintahan Abu Jafar al-Manshur. Kufah merupakan kota pilihan al-Farra untuk menuntut ilmu dan merupakan pusat studi filsafat, lexiografi dan gramatikal sebagai perangkat penstabilan bahasa Arab. Beliau wafatdalam perjalanan ke Mekkah pada tahun 207 H dalam usia 63 tahun. Beberapa karyanya antaralain; Alatul Kitab, Al-Ayyamu wa Al-layali, Al-Baha, Al-Jamu wa Tanbih fi al-Quran, Al-Hudud, berisi tentang kaidah bahasa arab, Huruf al-Mujam, Al-Fakhir fi al-Amtsal, dan AbuZakaria Yuhana bin Masiwaih.

Komentar